Archive for February 12, 2014

MimpiKu Bergelayut di Kaki Langit

Posted: February 12, 2014 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

Mimpi itu seperti apa sih? Apakah mimpi itu adalah sebuah kesadaran tujuan yang kemudian terpatrikan dalam hati kita untuk kita capai? Ataukah mimpi malah lebih  banyak tercipta dari waktu yang mengurusi hidup kita sehari-hari.
Mimpi itu proses ataukah ia sebuah produk adalah bentuk yang nyata dari dikotominya. Kala kecil dulu aku bermimpi menjadi dokter, namun orang tua mengharapkan menjadi seorang presiden. Tak sulit rupanya membangun mimpi orang tua yang ingin anaknya menjadi seorang presiden, cukup biarkan rapor merah itu meneriakkan peringkat pertama pada setiap sisinya. Realistis kala itu bukan sebuah acuan, hanya idealisme akan fungsi otak yang mampu mengubah segalanya, yah kecerdasan namanya. (more…)

Secangkir Rasa

Posted: February 12, 2014 in Rasa
Tags: ,

Kata-kataku mungkin telah penuhi ruang-ruang kita
Seperti kita yang terlalu lelah berpura-pura
Kesukaannya hanya mungkin beradu Waktu
Saat rasa-rasa telah hilang dari diri yang dulu

Ah, aku telah tumpahkan rasaku
Ia penuh, meluber hingga tumpah tak tertampung lagi
Jangankan secangkir, berbotol pun ia tak lagi cukup
Rasa ini penuh dalam jumlahnya yang tak nampak (more…)

Cara Membuat Anak (+Pic)

Posted: February 12, 2014 in unique
Tags: ,

Nice serious joke..haha

Aiendyu

7

Mempunyai anak, adalah idaman dari setiap pasangan. Bagi pasangan baru, pasti sangat menginginkan sekali yang namanya jeritan bayi di dalam sebuah keluarga tersebut. Tapi tidak semua pasangan suami istri bisa mempunyai anak. Bisa karena faktor keturunan, atau mungkin belum siap punya momongan, atau mungkin memang belum dikaruniai anak. Oh iya gue ada nih cara membuat anak beserta gambar nya, mau tau kan??? ciyeee, eh, mulaiiii ceteeeer :D,

View original post 145 more words

Isolasi Hati

Posted: February 12, 2014 in Rasa
Tags: , ,

Jiwa itu memilih rindu yang dulu
Kemerahannya bak hati berdarah
Terkenang ia berpaling pada masa lalu
Ketika diri dan rasa indah bersama

Janjimu tak lagi mengikat
Putus tak bersambung adanya
Ikrar itu mengukir sakit teramat
Pupuskan cita tak sempat dirasa

Masa depan tak menanti kita
Dia menunggu hati kita
Dua hati yang berjanji
Pernah dulu begitu adanya

Hati ini terisolasi
Tak lagi utuh bebas frustasi
Bentuknya bak buah khuldi
Menahannya adalah kekuatan diri

Sudahlah
Semua akan mati jua
Hanya cinta yang kan membawanya
Saat kenangan tak lagi bisa bicara