Archive for February 14, 2014

Akhir tuk Mengawali

Posted: February 14, 2014 in Rasa
Tags:

Hitam putih warna baju yang kau kenakan hari ini, pagi-pagi sekali kau mengetuk kamarku tuk meminjam sikat dan semir sepatu yang biasa kugunakan. Tak biasanya kau menyemir sepatumu, sangat jarang kau mengenakan pakaian serapi itu, rambut yang tertata rapi dengan aroma parfum yang begitu wangi menggoda.
Hm,,rupanya pagi ini kau akan wisuda, kau akan mendapatkan gelar yang selama ini kau perjuangkan, selama kurang lebih 4 tahun kau bersuka dan berduka ria melalui semua proses perkuliahanmu, hingga akhirnya hari ini kau membuktikan keberhasilanmu meraih cita-citamu itu. (more…)

Terbelenggu Indahnya Rintikmu

Posted: February 14, 2014 in Curcol
Tags: , ,

Terjebak di ruang ini terasa mematikan kreativitasku, dinginnya sungguh terasa, aku kedinginan, bukan kepanasan. Diluar sana lebih parah lagi, hujan deras dan terus menerus menjadikan semua titik yang ada terbasuh oleh butiran hujan itu. Parahnya lagi, jauh disana..di pulau jawa sana, gunung kelud menghujani kota kediri dengan hujan debu dan kerikil yang besarnya tak lebih dari bulatan kelereng. Untungnya hujan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa sampai saat ini.
Berbicara mengenai hujan dapat memberikan kita gambaran kuasa Tuhan atas semua yang menjadi miliknya baik di langit dan yang ada di bumi. Hujan yang terbentuk di atas langit, berasal dari uap air bumi yang naik dan kemudian berkumpul menjadi awan. Saat awan ini semakin berat, ia akan berwarna gelap, saat itulah kita menamakannya mendung. Mendung ini menjadi pertanda akan turunnya hujan, karena saat itulah titik-titik air yang berkumpul semakin berat. Jika titik aif itu tak mampu lagi bertahan, maka ia akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi sehingga jatuh berbutir-butir menuju bumi. (more…)

Memaknai Belajar

Posted: February 14, 2014 in Kuliah
Tags: , ,

Pengajaran itu membutuhkan kreativitas, lebih dari sekedar ingin dan hasrat dari pengajar untuk memenuhi kewajiban beberapa puluh menit di dalam kelas. Dalam kondisi klasik, pengajaran semakin didesain untuk menuntaskan semua materi yang terdapat pada daftar materi dalam silabus. Dampaknya menimbulkan ketimpangan dari proses pengajaran, transfer ilmu yang berjalan satu arah membuat siswa passive dan hanya dapat menangkap materi yang disampaikan dalam jumlah yang sangat sedikit. Banyak yang mengeluh bahkan tak jarang yang meninggalkan kelas karena merasa proses belajar tidak menarik. Siswa merasa tidak diperhatikan lagi.

Parahnya lagi, terkadang pengajar tidak memperdulikan hal tersebut. Toh, menurut mereka, jika semua siswa dituruti kemauannya, maka proses belajar tidak akan berjalan. Dalih yang mengedepankan ketuntasan materi seakan mematikan kreativitas guru dan ketertarikan siswa. Permasalahan inni telah banyak terjadi di Negara kita ini, utamanya yang berada di daerah urban dan daerah yang memiliki guru-guru yang kurang terlatih dan tidak begitu kreative untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mencapai keberhasilan dalam semua aspek pembelajaran, termasuk tersampaikannya semua materi dan juga siswa mendapatkan pengetahuan yang bermakna. (more…)