Hilangnya Chelsi

Posted: January 3, 2018 in Kata-Kata

Kepergian adalah sesuatu yang pasti. Apakah kita ditinggalkan atau pun meninggalkan.

Hidup ini baik-baik saja, selalu itu yang diharapkan. Saya pun demikian. Ketika meminta dalam doa, setidaknya berikan saya kemudahan dalam menghabiskan waktu setiap hari tanpa ada masalah yang saya pikirkan dalam tidur.

Dulu pernah sekali Emak bilang, hidup tanpa masalah tidak asyik soalnya hidup akan mulus-mulus saja. Saya pun berpikir demikian. Di rantauan jauh dari pulau Sumatera, telpon yang sering berdering selalu mengingatkan untuk tetap menghadapi masalah apapun itu. Kalau ia sulit, masalah itu mungkin hanya membutuhkan sedikit perhatian lebih. Mungkin ia sejenis makhluk yang kurang perhatian. Mirip dengan saya kayaknya ini. Tapi setelah dihadapi akan terlihat bahwa ia lebih mudah. Kalau test IELTS itu diperhatikan, dipersiapkan dan dipelajari terus menerus saja, tanpa pernah dihadapi, yakinlah kita tidak akan tahu bahwa sebenarnya ia tak seseram yang kita pikirkan. Ada sih yang mendapatinya lebih seram dari yang dia bayangkan. Tapi intinya, hadapi saja dulu, nanti akan ditunjukkan kemana arahnya.

Kenapa harus yakin seperti itu, karna bagaimanapun masalahnya, pasti akan ada solusinya. Hanya saja, banyak yang tidak mampu menerima keadaan. Memaksakan keinginan, sehingga solusinya tidak pernah diterima dan masalah tidak pernah terselesaikan.

Saat kehilangan Chelsi, saya merasa itu bukanlah sebuah masalah, walau di hati saya cukup sedih, yah sedihnya secukupnya saja. Saya pun sedih bukan pada masalah yang saya hadapi, tapi pada orang-orang yang terlibat dalam masalah saya. Saya kasian ke mereka yang tanpa sengaja terjerumus dalam lubang permasalahan saya yang sempit ini. Padahal kalau dipikirkan, kehilangan itu sesuatu yang pasti. Semua makhluk bernyawa pasti akan kehilangan hidupnya. Manusia saja mati apalagi dia. Dan saya tidak pernah menyesali sesuatu yang pergi dari saya, toh Tuhan hanya menitipkan segala sesuatunya hanya sementara kan? Apapun itu, kita harus siap kehilangannya, tak ada yang abadi.

Nah, ketika akhirnya saya harus berhubungan dengan orang yang terjerumus ini, saya harus menempatkan diri saya sebagai orang yang bersalah, padahal sebenarnya bagaimanapun kalau sudah takdirnya sesuatu itu akan terjadi, maka terjadilah. jadi yah semestinya kita harus menerimanya dengan lapang dada. Tapi tentu tidak dengan orang-orang normal lainnya. Saya pun menjelaskan ke orang-orang perihal Chelsi, saya tentu mengharapkan mereka akan marah atau mengharuskan saya ganti rugi dan lain sebagainya, tapi ternyata bayangan saya tersebut jauh berbeda dengan apa yang terjadi kala itu.

Bu, maaf saya tidak menjaga Chelsi” Kata saya mantap dengan mata berkaca-kaca, bibir terkatup dan tangan sedikit berkeringat.

Heh? Kok kenapa bisa?” Jawabnya sambil duduk disamping saya.

Saya teledor bu” saya mencoba merendah tuk memberikan kesan iba.

Berharap si ibunya marah, eh malah dia ceramah.

“Nggak apa-apa memang hal itu bisa terjadi, tapi silahkan usahakan dulu tuk mencari dia. Karena terkadang kita hanya butuh sedikit usaha saja untuk menemukan yang selama ini kita cari. Berlian dan permata itu berdekatan, tapi terkadang setelah menemukan permata kita berhenti mencari, kita puas dengan yang ada, padahal jika terus berusaha kita akan menemukan yang lebih baik” Katanya dengan gaya yang parlente sambil menatap saya dengan penuh kepercayaan. Matanya seakan menyala-nyala.

Tapi gimana bu? Aku tidak enak nih?” Kata saya pura-pura tidak enak.

Gini aja, kalau udah cari tapi tidak ketemu, baru kesini lagi, nanti saya kita cerita lagi. Anak saya itu belum menikah loh, yah siapa tahu nanti kamu mau tinggal di sini kan..” Jawabnya dengan wajah manis senyum lebar dan penuh harap.

Oh Tuhan, rejeki macam apa ini, haruskah saya menolak atau haruskah aku menemukan si Chelsi agar terlepas dari belenggu ini?

Ya saya percaya bahwa jodoh memang rahasia, tapi jodoh terkadang bisa diusahakan, aku maunya jodohku kamu, kamu yang membaca tulisan ini dan tersipu malu. Jika tidak tersipu malu mungkin kita belum berjodoh, tapi entah besok atau lusa, siapa tahu tahun depan kita bisa berjodoh (lagi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s