Archive for June 22, 2018

“It smells good Pak Ismail”, “It is better than my mom’s cook” “It’s like we are in Indonesia” juga “Can I have more kuning rice Pak Ismail?” adalah respon dari anak-anak setingkat SD kelas 3 yang hari ini mencoba nasi kuning di kelas bahasa Indonesia.

Entah mengapa tiba-tiba saja sang guru mentor saya memberijan instruksi untuk memasak nasi putih dan nasi kuning di kelas Bahasa Indonesia berikutnya. Dengan bahan sisa dari memasak nasi tahun sebelumnya, saya mengiyakan saja rencana tersebut. Esok harinya, saya memasak dua rice cooker kecil nasi untuk tiga kelas berbeda, dan masing-masing kelas mendapatkan nasi yang baru dimasak, bukan nasi dari kelas sebelumnya. Karena sudah berpengalaman menjadi anak kost yang harus memasak sendiri saat kuliah dulu, masak nasi pun hal yang mudah tuk saya lakukan. Sebenarnya kami menyediakan dua jenis nasi, nasi putih dan nasi kuning. Dan kedua jenis nasi tersebut dimakan tanpa ada tambahan apapun, hanya nasi saja.

(more…)