Suasana Perpustakaan Umum di Geraldton, Australia Barat

Posted: July 3, 2018 in Australia Daily, Cerpen
Tags: ,

JPEG image-A26AC4C31196-1Seorang bocah laki-laki berambut pirang berlari kecil berkejaran dengan seorang anak perempuan di sela-sela lemari buku yang berjejer tak jauh di depan tempat saya duduk. Seorang ibu dan anak yang umurnya lebih muda dari bocah yang berlari tadi, duduk berdampingan sambil memegang buku yang mereka baca bersama, sesekali sang ibu membenarkan pengucapan kata yang dilafalkan sang anak secara perlahan-lahan.

Beberapa orang sibuk bermain dengan laptop mereka masing-masing di deretan meja tepat di belakang saya, satu dua kali terlihat salah satunya menjawab telepon, sedang yang lain memainkan jemari mereka di tuts keyboard laptop mereka. Di sisi kanan saya dan sepanjang ruangan pegawai hingga meja resepsionis perpustakaan ini, orang-orang bergantian menggunakan komputer perpustakaan yang dibatasi hanya 30 menit saja perorang. Di depan meja resepsionis, terlihat kesibukan petugas yang sedang melayani mereka yang akan menjadi anggota perpustakaan atau sekedar bertanya tentang layanan perpustakaan. Di depan meja tersebut berjejer beberapa meja lagi yang sangat favorit, mungkin lokasi yang sangat dekat dengan pintu masuk dan akses colokan yang diberikan, menjadikannya tempat sempurna bagi mereka yang tidak ingin berlama-lama di perpustakaan ini ataupun kebetulan hanya ingin mencharge gadget yang lagi kekurangan daya. 

Saya mengunjungi lagi perpustakaan Regional Kota Geraldton untuk kesekian kalinya, kali ini dengan tujuan meminjam beberapa DVD untuk mengisi liburan musim dingin. Jadwal operasional perpustakaan ini berbeda di beberapa hari tapi, umumnya mereka akan buka pukul 9.30 dan tutup pada pukul 5.30. Tak butuh biaya untuk menjadi anggota perpustakaan di sini, hanya perlu memperlihatkan identitas diri dan alamat tempat tinggal, mengisi form data diri dan sebuah kartu akan diberikan saat itu juga. Dengan kartu itu, semua anggota berhak meminjam berbagai jenis buku dan DVD untuk waktu dua minggu lamanya. Pelayanan di sini mengharuskan kita untuk mandiri, selain harus mahir mencari sendiri, kita juga dibolehkan untuk melakukan peminjaman secara mandiri, cukup scan kartu kita, scan buku dan DVD di mesin peminjaman dan kita sudah bisa pulang membawa buku atau DVD yang kita inginkan. Dan jangan berpikir untuk mengambil buku tanpa menscannya di mesin peminjaman, karena di pintu keluar terpasang alat pendeteksi yang akan berbunyi jika ada buku atau DVD yang keluar tanpa discan di mesin peminjaman.

Untuk pengembalian pun sangat mudah, cukup datang membawa buku dan DVD yang akan dikembalikan, masukkan dalam tempat pengembalian berupa kotak mirip celengan dengan lubang besar yang muat untuk memasukkan buku terbesar yang ada diperpustakaan ini. Dan sudah selesai proses pinjam-meminjam bukunya, toh jika kita ingin memperpanjang masa peminjaman pun kita tak harus datang ke perpustakaan, selama belum habis masanya kita bisa memperpanjang sendiri melalui website perpustakaan.

IMG_0847Selain layanan yang sangat baik, tata letak fasilitas pendukung seperti meja baca, kursi baca, beberapa ruangan belajar dan meeting terlihat sangat rapi. Posisi meja tuk lokasi bacaan anak-anak dibuat menarik dengan warna dan pernak-pernik yang lucu-lucu. Tuk anak-anak muda juga ada ruangan berisi bacaan yang sesuai dengan umur mereka. Sedang tuk mereka yang sudah dewasa, bacaan fiksi dan non-fiksi sangat banyak tersedia, belum lagi update-an berita terbaru dari berbagai surat kabar dan majalah yang tersedia di sudut perpustakaan dengan pemandangan langsung ke arah jalan di luar perpustakaan. Untuk mereka yang sudah usia lanjut, beberapa buku sengaja dicetak dengan huruf yang lebih besar, menjadikan membaca menjadi lebih nyaman untuk mata yang sudah mulai lelah. Mungkin saya juga lebih senang membaca buku versi huruf besar ini.

Media literasi yang sediakan pun beragam, bukan hanya buku versi cetak, namun juga beberapa buku terdapat versi audio yang bisa didengarkan. Bagusnya lagi, dengan menjadi member dari perpustakaan di sini, kita dapat mengakses buku elektronik berbagai judul pun begitu dengan buku versi audio yang sudah banyak tersedia. Sama dengan meminjam buku di perpustakaan, akses terhadap buku elektronik juga dibatasi, dan tidak semua bisa tersedia, bahkan ada beberapa yang harus ditunggu hingga beberapa minggu bahkan bulan baru dapat diakses, seperti serial Harry Potter dan Divergent Series. Saya mencoba mencari buku berbahasa Indonesia namun sayang tidak ada satupun yang muncul, tapi saat iseng mengetik “Laskar Pelangi” saya pun ditawarkan buku “Rainbow Troops” yang merupakan versi terjemahan dari bahasa Indonesia, saya sempat mencoba mendengar versi audio dari buku tersebut, tapi karena sudah pernah menamatkan bukunya, saya hanya menyelesaikan hingga BAB 4 saja lalu mengembalikannya.

Dengan fasilitas memadai seperti ini, banyak orang yang bisa lebih produktif dalam kehidupan mereka, karena fasilitas dan dukungan yang membuat orang betah beraktivitas dengan minat dan bakat mereka, apapun bisa diwujudkan, setidaknya berawal dari imajinasi dan kepuasan akan rasa ingin tahu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s