Perayaan Idul Fitri di Geraldton

Posted: July 7, 2018 in Australia Daily
Tags: ,

Meski telah lebih dari dua minggu lebaran berlalu, hari ini masyarakat muslim di Geraldton baru merayakan hari kemenangan tersebut. Perayaan yang diumumkan secara langsung di Masjid Geraldton sehari sebelumnya ini terlihat cukup meriah. Selain tenda-tenda yang terpasang dengan hiasan tulisan dan balon warna-warni, wahana bermain untuk berbagai jenjang usia pun disediakan.

Gerbang masuk dihiasi dengan rumbai pita aneka warna, papan kecil bertuliskan kata sambutan dipasang tepat di sisi kiri gerbang. Beberapa meter saja di belakang papan tersebut sebuah arena permainan khusus anak-anak menjulang tinggi menutup separuh bagian depan masjid. Di bagian belakang wahana tersebut terlihat dua tikar terhampar beserta permainan ketangkasan dari kayu, empat anak-anak sudah sedari tadi berusaha membangun puzzle setinggi mungkin, sedang dua gadis berjilbab senada dengan bajunya terlihat sibuk memilih-milih kolom yang tepat untuk memenangkan game tic-tac-toe yang terbuat dari papan dan tali goni.

 

IMG_6382

Tenda-tenda torowongan kecil berjejer menghadap ke arah gerbang, kursi-kursi berjejer rapi sepenjang tepian tenda. Di depannya, di sisi kanan gerbang, tersedia dua arena permainan lagi, sepakbola mini setengah lapangan dan permainan tradisional lempar-lempar.  Anak-anak bergantian menendang bola yang disediakan, sedang lempar melempar pun ramai dengan bocah-bocah berumur dibawah 10 tahun.

Keluarga-keluarga muslim yang sudah berada di lokasi ini terlihat duduk berbaris melingkari meja makanan yang berada ditengah-tengah berbanjar sepanjang tenda hingga ke depan sisi kiri masjid. Di ujung tenda, tepat di kiri masjid, beberapa orang bapak-bapak yang bertugas membakar daging sapi dan sate terlihat sangat antusias dengan tugasnya, sesekali orang-orang melintas di dekat mereka menuju sebuah meja tempat minuman panas berupa teh, kopi dan juga coklat yang tersedia untuk diseduh. Terlihat juga beberapa orang memilih minum kaleng dingin dan jus kotak yang tersedia di dua kotak besar. Semua bebas untuk memilih dan menikmati sepuasnya sesuai selera mereka.

Sebelum sambutan dari pengurus dimulai, doa-doa pun tak lupa dipanjatkan. Pak Imam Dafti di akhir sambutannya mempersilahkan semua yang hadir untuk menyantap makanan yang telah terhidang dan tak lupa mengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut.

pic_20180707_101153626

Makanan yang terhidang berasal dari keluarga-keluarga muslim yang dengan suka rela membawa makanan terbaik mereka untuk kemudian dinikmati bersama. Sepanjang kurang lebih 30 meter, meja-meja berisi aneka rupa hidangan mulai dihampiri. Mungkin tak kurang dari seratus jenis makanan berat, daging, ayam, kue, kerupuk, sambal, coklat dan makanan ringan tersaji siap untuk dinikmati. Beberapa orang memilih untuk menikmati dua atau tiga jenis saja, sedang lainnya memilih menikmati semampunya dengan berganti-ganti jenis makanan. Pak Ahmad yang duduk disamping saya berulang kali menyuruh saya mengambil makanan lagi dan lagi, katanya makan saja hingga kenyang. Dia sendiri terlihat hanya makan sedikit saja, itupun tanpa menu daging yang katanya harus ia hindari demi kesehatannya.

Puas menikmati aneka makanan, pengurus pun memulai acara hiburan. Bapak-bapak dari Cocos Island menampilkan persembahan nyanyian yang diiringi tabuhan gendang rebana. Dua lagu yang dibawakan cukup memukau, hingga ibu-ibu akhirnya berdiri mengabadikan semuanya dengan smartphone mereka. Anak-anakpun mendapatkan kesempatan khusus untuk mengikuti beberapa perlombaan, adalah pemilihan busana terbaik dan tebak angka yang menjadi acara paling ramai diikuti. Walau hanya beberapa hadiah yang disediakan, hingga semua tak kebagian, namun semua peserta tak berkecil hati dan tetap riang menikmati permainan lain yang disediakan.

Setelah shalat Dhuhur selesai, semua perlahan beranjak pulang. Ada beberapa yang mulai menyantap kembali hidangan yang masih tersisa, atau bahkan menunggu daging kambing dan sate yang kembali di bakar di area masak. Meja-meja yang tadi penuh dengan hidangan telah berangsur dibersihkan, makanan yang tersisa pun jadi incaran untuk dibawa pulang. Tak ada sikut menyikut bak perlombaan yang terlihat, semua malah tawar menawarkan yang ada di depan mereka. Satu dua bungkus makanan dibawa pulang, kue-kue pun tak lupa diikutkan dalam plastik kotak makanan yang tersedia.

Ada hal menarik perhatian bagi saya di acara yang cukup meriah ini. Yang menjadi juru masak dan pengatur makanan justru para bapak-bapak dan om-om. Beberapa kali saya sengaja melintas dan berada di area dapur umum tersebut, namun saya selalu tak melihat satupun ibu-ibu di sana. Dan nampaknya hal tersebut tak terlihat aneh sama sekali di sini. Mungkin di Indonesia, di kampung saya, hal tersebut akan sangat berbeda, tentu ibu-ibu yang akan memonopoli di dapur, belum lagi penentuan distribusi makanan ke meja, semua didominasi oleh kamu hawa pastinya. Malah yang mengingatkan saya tentang kampung adalah proses bungkus-membungkus makanan. Sama persis yang ada di kampung, para ibu-ibulah yang sigap memilah dan memilih makanan untuk dibungkus dan kemudian dibawa pulang, menentukan yang mana terbaik untuk keluarga memang selalu membutuhkan keputusan seorang ibu. Ah, jadi rindu bungkusan mama’ ketika pulang dari acara pengantin.

IMG_4472

Selain hal menarik tersebut tadi, di jalan pulang bersama keluarga Pak Tristan, saya baru sadar bahwa hanya mereka keluarga Indonesia yang hadir hari ini. Dan ternyata acara hari ini tidak lebih meriah dari tahun lalu, banyak orang-orang yang tidak hadir karena berada di luar Geraldton, liburan sekolah seperti sekarang memang banyak yang memilih ke kota Perth, bahkan malah ada yang ke Indonesia juga, entah berlibur ataukah  pulang kampung. Bisa dibayangkan bagaimana serunya perayaan ini tahun lalu, sekarang saja makanannya melimpah ruah, apalagi tahun lalu yang notabene terbilang lebih meriah. Ah, sekarang malah berharap tahun depan bisa ke sini lagi. Semoga takdir membawa ke pengalaman seru lainnya tahun depan, biarlah jadi misteri perayaan lebaran berikutnya seperti apa.

Keseruan perayaan ini dapat juga dilihat pada video saya di bawah ini :

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s