Archive for July 17, 2018

Term adalah salah satu istilah yang digunakan di Australia Barat untuk menandakan durasi waktu. Sistem pendidikan di sini membagi waktu sekolah ke dalam empat term selama setahun. Tiap term memiliki 9 sampai 10 minggu aktif untuk proses akademik dan non-akademik. Setiap selesai satu term, akan ada libur sekolah selama dua minggu.

Setiap sekolah mendapatkan 4 hari untuk melakukan pelatihan yang disebut juga Professional Development (PD) sepanjang tahun, biasanya di awal term, pada hari pertama. Jadi setiap term akan ada satu hari untuk PD yang dihadiri hampir semua guru. Setiap PD akan memberikan materi yang terkait proses pengajaran secara general tuk semua bidang ilmu, misalnya strategi menghadapi siswa yang berkebutuhan khusus atau latihan pengolahan data hasil belajar.

Karena semua guru yang ada di sekolah akan mengikuti PD yang biasanya berlangsung sepanjang hari hingga pukul tiga, murid-murid akan diliburkan pada hari tersebut. Meski begitu, terkadang ada sekolah yang tidak melakukan PD pada hari pertama, tapi di hari terakhir sekolah, jadinya ada beberapa sekolah yang tetap memiliki murid-murid di kelas pada hari pertama sekolah.

Saya sendiri belum pernah sama sekali mengikuti PD awal term di sekolah tempat tugas saya, karena jadwal saya yang tidak berada di sekolah tersebut saat PD dilaksanakan, tapi untungnya pada Term ketiga ini, hari pertama saya diikutkan Professional Development ditingkat propinsi khusus untuk guru-guru pengajar Bahasa se Western Australia. Tentunya sebuah kesempatan yang bisa menambah pengalaman berharga sebagai calon pengajar bahasa professional, sekaligus menjawab rada penasaran tentang PD tersebut.

Beberapa bulan sebelumnya saya telah mendaftarkan diri secara online melalui portal dinas pendidikan Australia, dan syukurnya masih ada tempat kosong yang tersedia. Jadilah saya berangkat Perth dengan biaya tiket bus PP dibayarkan oleh pihak sekolah. Sebenarnya ada banyak Professional Development yang ditawarkan di portal, dan sebagai pegawai pemerintah, maka saya juga berhak mengikuti yang sesuai dengan bidang saya dan benar-benar dibutuhkan. Tapi semua harus diusulkan terlebih dulu ke pihak sekolah, jika kepala sekolah mengizinkan maka tak ada masalah.

Gerbang masuk Tempat PD, Wiletton SHS

Saya menghadiri PD di Willetton Senior High School di Canning, sebuah sekolah yang sering menjadi tuan rumah untuk PD yang terkait bahasa. Sekolah ini memiliki satu department khusus Bahasa di Sekolah yang mengajarkan hampir semua bahasa asing yang dimandatkan di kurikulum pendidikan di Western Australia, seperti Bahasa Mandarin, Italia juga Prancis.

 

Kegiatan yang dihadiri hampir 200 peserta dari beberapa wilayah di WA tersebut di bagi kedalam dua kegiatan utama, konferensi atau presentasi umum dari pihak kantor multikultural studi dan pihak Pengembang Kurikulum Pendidikan terkait Bahasa, dan juga Diskusi Grup dimana semua peserta akan dibagi ke dalam kelompok berdasar level sekolah dan bahasa yang diajarkan.

Seperti lazimnya sebuah pelatihan, akan ada registrasi sebelum acara dimulai. Tanda tangan daftar nama di atas meja yang disediakan, lalu panitia akan memberikan sertifikat kegiatan yang namanya belum dituliskan, beberapa bundel kertas terkait kegiatan dan materi.

Begitu masuk ruangan, peserta ditawari untuk menikmati segelas kopi atau coklat hangat sambil menunggu kegiatan dimulai, dan tepat pukul 9 pagi acarapun dimulai. Acara pertama adalah sambutan, dengan cara khusus tuan rumah memberikan hadiah kepada peserta yang berasal dari daerah paling jauh, setelah itu ada beberapa undian hadiah lagi bagi mereka yang hadir pada pertama kali kegiatan ini dilaksanakan yakni pada delapan tahun lalu.

Acara utamapun dimulai dengan presentasi tentang angka-angka yang berasal dari hasil survei tentang kondisi demografi khususnya bahasa yang digunakan di Australia Barat dan perbandingannya dengan wilayah sekolah sebagai contoh konkrit. Banyak informasi penting dan krusial yang dipaparkan tentang perubahan jumlah penduduk dan semakin bervariasinya budaya dan bahasa yang ada.

Materi presentasi yang memaparkan data hasil survey.

Setelah istirahat dan menikmati aneka kue dan minuman hangat buatan siswa Willetton SHS, presentasi keduapun dimulai. Pemateri merupakan orang-orang yang bertanggung jawab dengan system penilaian berdasarkan standar kurikulum di Australia Barat. Pemaparan di sesi tersebut terlihat sangat praktikal dan terkait erat dengan proses belajar mengajar. Dan yang mengesankan adalah fakta-fakta terkait implementasi kurikulum. Banyak pertanyaan dan diskusi yang terjadi di akhir presentasi, bahkan beberapa penanya tidak sempat terakomodir.

 

Setelah satu jam berlalu, makan siangpun telah siap menanti. Ada dua jenis makanan tersaji dalam kotak plastik siap makan. Saya memilih nasi kuning yang begitu menggoda dengan kari ayam dan telur rebus sebagai pelengkapnya. Para peserta terlihat berkeliaran mencari tempat duduk di berbagai sudut yang memungkin tuk duduk dan menikmati makan siang.

Makan siang yang sangat nikmat terasa.

Pada pukul 1.30 siang kegiatan terakhirpun dimulai. Saya masuk di kelas Bahasa Indonesia, dan menemukan diri saya saja yang seorang asisten, yang lain adalah guru-guru yang telah mengajar bahasa Indonesia dengan pengalaman yang beragam. Setelah duduk berkelompok, saya hanya berusaha berkontribusi semaksimal mungkin atas tugas kelompok yang diberikan, pak Alan yang telah 18 tahun mengajar bahasa Indonesia terlihat sangat antusias membahas tugas yang diberikan, juga begitu dengan Ibu Maria Mulyana yang tak kalah seniornya. Mereka pun menawarkan berbagai strategi menarik pada tugas akhir yang mengharuskan setiap kelompok memberikan solusi pengajaran untuk kelas yang memiliki dua tingkatan di dalamnya, seperti kelas yang siswanya terdiri dari kelas 4&5, tentu saja dari pengalaman bertahun-tahun, mereka lebih matang menyampaikan saran kegiatan yang pas. Apalah diri ini yang hanya bocah kemarin sore.

 

Acarapun ditutup dengan bersama-sama melihat dan mendengar solusi strategi yang ditawarkan dari berbagai kelompok. Dan saya merasa ini adalah sebuah kegiatan yang sangat positif terlebih lagi, semua yang hadir menempatkan diri sebagai orang yang ingin belajar lagi dan lagi, saya bahkan beberapa kali memberikan masukan ide dan saran dalam tugas dan terlihat jelas mereka mendengarkan dengan penuh perhatian dan mendiskusikan pendapat yang sama. Betul-betul saya merasakan penghargaan di tempat ini, tak ada perbedaan yang ditonjolkan.

Itulah pengalaman pertama mengikuti Language Big Day Out, acara tahunan sebagai salah satu Professional Development yang bisa diikuti di awal term. Mudahan-mudahan ada manfaat untuk pembaca.