Kang(g)uru Yang Multifungsi

Posted: July 22, 2018 in Australia Daily, Cerpen, Story
Tags: ,

Patung Kangguru di salah satu taman di pusat kota Perth.

“Iya, memang Kangguru itu hewan nasional di Australia, tapi kami juga makan kangguru, dan saya waktu kecil pernah punya kangguru sebagai hewan peliharaan di rumah” cerita seorang guru yang pernah mengantar saya ke sekolah. Mungkin kita yang ada di Indonesia tahunya kangguru itu hewan asli Australia yang tentunya mendapat perlakuan spesial, tapi ternyata kangguru itu sama sekali tidak spesial di sini.

Sebelum saya lanjut cerita, saya mau berbagi pengetahuan dulu bagi mereka yang belum tahu, nama Kangguru jika dilihat dalam kamus Bahasa Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ternyata ia bukan penulisan yang benar, menurt KBBI yang benar itu Kanguru, berikut kutipan yang saya peroleh dari KBBI versi online:

kanguru/ka·ngu·ru/ n binatang mirip kelinci, tetapi jauh lebih besar, jalannya meloncat-loncat, kaki belakang lebih besar, panjang, dan lebih kuat daripada kaki depan, yang betina berkantong di perut luarnya untuk membawa anaknya yang masih kecil; Marcropus gigantea

Jadi, sebagian besar kanguru itu hidup bebas di alam Australia, walau pastinya tidak di semua tempat. Sejak bulan Februari saya berada di Australia dan baru bulan lalu (Juni) , saat saya mengikuti kegiatan rutin lari di alam bebas bersama anggota Harriers Run Club, saya dapat melihat langsung kanguru itu melintas di depan saya, melompat-lompat kesana kemari dengan sangat cepat. Bahkan belum sempat saya mengambil gambarnya ia sudah menghilang dari pandangan saya. Sebelum-sebelumnya, saya hanya bisa melihat kanguru itu tak bernyawa di jalanan akibat tertabrak kendaraan. Dan hal inilah salah satu penyebab jarangnya orang bepergian saat mulai gelap disini, karena semakin banyak kanguru yang menyebrang dan akan sulit terlihat saat malam hari dari kejauhan.

Populasi kanguru yang cukup banyak, menjadikannya hewan yang aman dari ancaman kepunahan, bahkan kadangkala ia malah menjadi hama jika populasinya tidak terkontrol. Olehnya itu, ada beberapa orang yang bekerja sebagai pemburu hewan berkantong tersebut. Menjadi pemburu kanguru tidak sembarangan, harus ada izin yang dikantongi dan ada aturan yang perlu dipatuhi, misalnya jumlah kanguru yang boleh ditembak dalam sehari dan cara menembak yang baik sehingga hewan tersebut tidak terlalu menderita.

Di awal tulisan saya ada kutipan dari ucapan seorang ibu guru, jadi sang ibu guru tersebut pernah memelihara seekor kanguru waktu ia masih kecil dan menjadikannya sebagai binatang peliharaan. Memang di sini kebanyakan keluarga memiliki setidaknya satu hewan peliharaan, saat kemarin kami survei siswa di kelas, hampir semua mengacungkan tangan menyatakan bahwa mereka memiliki hewan piaraan di rumah, mulai dari anjing, kucing, ikan, bahkan kepiting dan yabby-sejenis udang air tawar bercapit besar.

Jadi asal muasal cerita si ibu guru tadi bisa memelihara sang kanguru berawal dari pekerjaan ayahnya sebagai seorang pemburu kanguru. Saat berhasil menembak salah satu hewan berbulu tersebut, sang ayah mendapati bahwa kanguru itu adalah kanguru betina dan di dalam kantongnya terdapat seekor bayi mungil nan imut-imutnya, karena kasihan, jadilah ia dibawa pulang dan dipelihara di rumah oleh keluarga mereka. Pernah sekali waktu katanya ia membawa si hewan peliharaan tersebut ke sekolah, jadi saat ia belajar, gurunya malah memberi minum susu sang kanguru di belakang kelas.

Selain jadi binatang piaraan, kanguru juga merupakan makanan favorit di sini bagi sebagian besar orang, khususnya mereka yang berasal dari penduduk asli, Aboriginal People. Saat merayakan NAIDOC Weeks-Perayaan Nasional untuk Masyarakat Aborigin– pada term kedua di sekolah, para guru dan semua siswa mengadakan pesta besar, mereka memasak aneka makanan olahan kanguru, seperti sosis kanguru panggang, ada juga kari kanguru, dan yang katanya paling enak adalah ekor kanguru bakar. Jadi teringat dengan sop buntut, secara kan itu sup dari ekor juga namanya, ternyata dimana-mana ekor dianggap enak ternyata, saya mau buat olahan makanan dari ekor apa yah?

Yah, itulah cerita singkat tentang Kanguru atau Kangguru-entah mengapa saya lebih terbiasa bilang Kangguru. Semoga bermanfaat. Selamat menikmati akhir pekan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s