Archive for July 31, 2018

“Iye bapak, tunggu dulu di kelas ka ini sekarang, diusirka nanti kalau jawab telpon!” Jawab si Mamat dengan nada pelan sambil berbisik. Wajah bapaknya dengan kumis tebal terpampang jelas di layar hapenya. “Ini tantemu mau bicara nak” jawabnya singkat diikuti pergantian wajah yang tampil di layar “Ididih, putihmu nak sekarang!” sang tante langsung memuji wajah Mamat yang sudah terlihat agak putih. Tak mau mengecewakan keluarga yang jauh di Pulau Sulawesi sana, Mamat akhirnya tetap menjawab telepon hingga selesai dengan mendekatkan hape ke arah wajahnya, mungkin hanya hidung si Mamat yang terlihat jelas di layar hape sang bapak.

Mamat kini melanjutkan kuliah di salah satu Universitas terbaik di Australia, ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah dan sudah memulai kuliahnya sejak bulan Februari kemarin. Hidup sebagai anak rantau yang kini berada di negara lain, membuat Mamat semakin sering dihubungi oleh sang Ayah, bahkan hampir-hampir intensitas telepon si bapak tersayang mengalahkan seringnya waktu nelpon sang pacar yang ada di Aceh sana. Memang bukan lagi kebiasaan baru sang bapak untuk rajin menanyakan keadaan Mamat, dulu sejak kuliah S1 di salah satu kampus negeri di Makassar, ia telah intens dihubungi untuk memastikan keadaan Mamat baik-baik saja. (more…)