Catatan Untuk Language Assistant

Posted: December 4, 2018 in Australia Daily, motivasi
Tags: , , , , , ,

 

IMG_4868

Teman-Teman Seperjuangan, Asisten Bahasa Australia Barat 2018!

 

Saya tiba-tiba teringat dengan penerus saya kelak. Sisa menghitung hari saya akan meninggalkan tugas saya sebagai asisten guru di Gero. Dan beberapa bulan lagi, pengganti saya akan hadir mengemban tugas yang sama dengan saya.

Kami tidak saling kenal, meski tentunya sudah saling bertukar informasi singkat serta tanya jawab tentang pengurusan visa dan persiapan keberangkatan melalui grup WhatsApp yang dibuat.

Ada beberapa catatan singkat dan subjektif dari saya, agar kelak menjadi language assistant tidak terlalu membebani tapi lebih dinikmati.

Jangan Mudah Tersinggung

Orang-orang Ausi pada umumnya sangat baik dan toleran. Apapun yang mereka katakan bersumber dari pemahaman dan pola pikir mereka yang terbuka dan tidak neko-neko. Terkadang mereka akan mudah berkata yang terkesan kasar, atau bahkan menyakitkan hati. Pernah suatu waktu, saya sudah capek mengerjakan sebuah media, tapi ujung-ujungnya tidak terlalu digunakan. Belum lagi, saya yang masih menggunakan bahasa Inggris terbata-bata, saya tidak cepat tanggap, takut salah, jadinya lambat dalam bergerak, jadinya tugas saya diambil alih dan diberikan ‘pujian’ yang lumayan ampuh membuat diri ini mengusap dada.

Tapi semua itu ternyata bukanlah hal yang perlu diambil hati. Setelah cukup lama bekerja dan berinteraksi, saya menyadari bahwa mereka tidak pernah menghendaki sedikitpun menghina atau menyakiti hati kita dengan perkataan mereka, namun pola pikir kita yang menerjemahkan kata-kata Inggris mereka ke Indonesia, yang tidak bisa senada dengan maksud yang sebenarnya. Saya menemukan bahwa mereka sangat perhatian dan benar-benar peduli. Bahkan mereka terkadang lebih memperhatikan diri saya dari keluarga saya sendiri.

Selalu Nikmati Tantangan Yang Diberikan

Tantangan yang saya maksud di sini adalah tantangan untuk memberikan materi, menampilkan budaya, memasak makanan, dan segala sesuatu yang bahkan tidak pernah kita pikirkan akan kita lakukan saat di sekolah.

Saya sudah pernah menari di depan anak-anak tanpa persiapan, hanya belajar satu dua gerakan, untung hanya beberapa anak-anak yang bermain gendang bersama saya kala itu. Saya percaya diri saja dengan apa yang saya punya. Karena saya melihat bahwa orang di sini sangat menghargai apapun yang kita lakukan, apalagi itu hal yang baru ke mereka. Tak terhitung lagi beberapa panci nasi kuning dan putih yang telah saya masak, belum lagi perkedel tuk 3 kelas, sate, dan mie instan krispi kreasi saya tuk anak SMP di salah satu sekolah.

Saya di’kandang paksa’ menyampaikan presentasi di depan guru-guru pun pernah saya alami, saya tidak bilang tidak bisa, saya mengiyakan, tanpa pikir panjang bagaimana dan apa saja yang akan saya sampaikan. Karena saya juga sadar, di sini, budaya membantu dan mendukung seseorang tuk tampil itu hal yang wajar, asalkan kita tetap mau bertanya dan tidak ragu untuk berkata “saya tidak tahu“.

Bergabunglah dengan Masyarakat Gero

Dimanapun tempat tinggal di Gero, masyarakatnya tidak seperti di Indonesia, dimana tetangga itu menjadi teman bermain atau berbaur sehari-hari. Lebih banyak waktu dihabiskan di tempat kerja dan di luar rumah saat tidak bekerja.

Sempatkan diri untuk bergabung di komunitas olahraga, seperti lari-Harrier Run Club, Yoga-Gratis di Foreshore, setiap Rabu, atau jika bisa mengatur waktu dan transport bisa ikut olahraga berenang yang dulu sempat dilakukan asisten sebelum saya. Dengan begitu akan ada kesempatan bercengkrama dengan mereka yang tinggal di Gero.

Jika ada festival, fair ataupun family event, rajinlah untuk datang, dan bergabunglah dengan mereka-mereka, agar suasana Gero yang ramah dan penuh kehangatan bisa membuat betah dan tidak mudah merindukan rumah.

Dan jangan lupa bergabung dengan keluarga Indonesia. Ibu-ibu yang mengadakan arisan bulanan adalah tempat pelarian yang sangat cocok jika lagi merindukan masakan Indonesia. Saya biasa hadir bersama ibu-ibu dan keluarganya, terlebih mereka ramah dan mengerti bagaimana rasanya jadi anak kost di negeri orang. Tak jarang saya mendapatkan dua bahkan lebih bungkusan makanan untuk dibawa pulang.

Jadi Diri Sendiri

Seperti pada poin pertama, masyarakat di sini lebih terbuka dan tidak butuh kepalsuan. Jangan memaksakan untuk menyukai sesuatu yang pada dasarnya tidak kita sukai. Jika tidak suka bilang, jika tidak berani atau masih malu-malu mengatakannya, usahakan tidak menggunakan kata-kata ambigu, yang membuat orang pusing apakah suka atau tidak suka. Mereka lebih kepada hitam dan putih, tidak ada yang abu-abu.

Saya pernah, saat makan bersama, salah satu dari mereka, yang sudah saya anggap teman baik saya, menggoda dan saya anggap bercanda. Lalu yang lain bertanya, “apakah kamu tidak marah dibilangi seperti itu?”, saya jawab “saya sudah terbiasa”. Saya pikir mereka akan mengerti bahwa maksud saya tidak apa-apa, tidak masalah. Esok harinya, saya harus dicecar pertanyaan karena saya dianggap memberikan jawaban kalau saya sebenarnya merasa dibully atas perkataan teman saya tersebut. Saya mestinya menjawab “tidak”. Singkat dan jelas.

Waktu Tidak akan Kembali

Saat  berada di Ausi hanya didapatkan pada kesempatan ini  dan kemungkinan besar akan sulit untuk datang lagi, maka mamfaatkanlah waktu yang ada untuk menjelajah Ausi. Tentu akan memakan banyak biaya, namun saya yakin dan percaya, pengalaman berharga akan ada nilainya di masa depan.

Jadwalkan rencana bepergian jauh dari Gero saat liburan. Saya diawal-awal selalu suka ke Perth, Ibukota Western Australia. Menghabiskan waktu berkeliling hingga ke Fremantle yang sangat indah. Di akhir liburan terakhir saya memilih berkelana lebih jauh lagi ke Sydney, Melbourne dan Adelaide. Tentu saja banyak sekali pengeluaran yang saya habiskan untuk perjalanan itu, tapi kapan lagi saya bisa bepergian jika waktu saya belum pasti akan sama di masa depan. Ataukah sempatkanlah saat hendak pulang bepergian ke kota-kota besar Australia tersebut.

Terakhir, jangan lupa tuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga, teman dan orang terdekat yang berjasa dengan keberangkatan kita. Selalu bersyukur dengan apapun yang kita dapatkan, dan jangan mudah menyerah dengan tantangan di tempat kerja nantinya. Tetap semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s